Pernah baca label komposisi dalam kemasan produk
kecantikanmu? Coba ingat-ingat, berapa banyak kandungan zat kimia yang
kamu ketahui mengenai kegunaan maupun bahayanya?
Produk
kecantikan apapun, baik sabun, sampo, pembersih wajah, deodoran, bedak,
lipstik, hingga parfum, masing-masing memiliki kandungan zat kimia yang
punya fungsi khusus. Di mana kegunaan zat kimia ini harus disesuaikan
dengan kebutuhan kulit. Sebagai pengguna awam, terkadang kamu masih
kesulitan untuk mengenali zat-zat kimia tersebut. Padahal nggak semua
zat kimia cocok untuk kulitmu.
Nah,
agar kamu lebih selektif untuk memilih kosmetik, ada baiknya kamu
pelajari beberapa zat kimia yang biasanya terkandung di dalamnya. Apakah
cocok untuk kulitmu atau harusnya kamu hindari?
1. Sodium atau Amonium Lauryl Sulfate
(SLS atau ALS) merupakan penghasil busa dalam sabun, sampo dan pasta
gigi. Bahan ini aman digunakan dalam batas konsentrasi tertentu
Bahan
ini biasa digunakan dalam sabun, shampo dan pasta gigi karena sifatnya
yang dapat menghasilkan busa dan juga sekaligus berfungsi sebagai
surfaktan (pencampur air dan minyak). SLS atau ALS juga biasanya
ditemukan pada sabun cuci piring. Nah lho!
Dalam proses pembuatannya, ditemukan adanya
Dioxane
1,4 yang merupakan karsinogen alias bahan pemicu kanker. Bahan ini juga
nggak ramah lingkungan karena nggak larut dalam air walaupun telah lama
dibuang ke saluran pembuangan air. Selain itu, efek sampingnya adalah
dapat menyebabkan iritasi pada kulit atau mata.
2. Mineral oil berfungsi untuk melembabkan kulit. Tapi, jika nggak segera dibersihkan akan menutup pori-pori dan memicu jerawat
Mineral oil merupakan minyak bumi mentah yang telah dimurnikan.
Mineral oil bersifat nggak berwarna, nggak berbau dan nggak mudah terbakar.
Mineral oil digunakan dalam kosmetik untuk mencegah penguapan air yang berlebihan dari kulit atau menjaga kelembaban kulit.
Kelemahannya,
mineral oil nggak mengandung nutrisi yang berarti untuk kulit. Pada dasarnya
mineral oil memiliki
sifat komedogenik yakni dapat meningkatkan resiko terbentuknya komedo
melalui penyumbatan pori-pori. Dengan tersumbatnya pori-pori, maka
bakteri akan tinggal di kulit dan dapat menyebabkan jerawat dan infeksi.
Oleh karena itu, segeralah basuh kulit setelah pemakaian kosmetik yang
mengandung
mineral oil.
3. Aluminium Chlorohydrate dalam deodoran akan mencegah keringat berlebih pada ketiak. Namun penggunaan berlebih juga menyebabkan kanker dan Alzheimer
Aluminium Chlorohydrate merupakan
salah satu zat yang ditambahkan pada deodoran. Zat ini berfungsi untuk
menutup pori-pori ketiak sehingga keringat nggak terlalu banyak keluar.
Namun,
dibalik fungsinya yang menghambat keluarnya keringat justru mengganggu
proses pengeluaran racun yang juga merupakan tugas dari ketiak itu
sendiri.
Racun-racun yang dalam bentuk ketiak itu menumpuk di
getah bening dibawah lengan. Di mana hal ini akan memicu kanker payudara
yang kebanyakan berasal dari bagian atas payudara.
4. Titanium Dioxide, Zink Oxide, Iron Oxide merupakan mineral alami yang aman bagi kulit. Kekurangannya adalah; cepat hilang karena nggak mengandung bahan kimia pengikat
Beberapa
bahan mineral alami yang sering digunakan dalam produk kosmetik ini
memang terbukti memiliki kegunaan yang baik untuk kulit. Misalnya
Titanium Dioxide yang
biasa digunakan dalam produk tabir surya. Zat ini punya fungsi membantu
memberikan efek wajah yang lebih bersinar karena daya pantul cahayanya
lebih tinggi dibanding berlian, membantu menyamarkan noda di kulit dan
dapat menyejukkan kulit yang teriritasi.
Begitu juga dengan Zinc Oxide yang juga biasa digunakan sebagai tabir surya alami serta antioksidan. Nah, kalau Iron Oxides
di dalam produk kosmetik akan membantu kandungan produk menyatu dengan
kulit dan menyesuaikan dengan warna kulit. Contohnya, bubuk mica yang
biasanya ditemukan di dalam produk bedak, foundation hingga concealer, karena hasilnya yang membuat wajah tampak berbinar dengan efek shimmer.
5. Hati-hati jika kosmetikmu mengandung paraben, bahan pengawet ini mudah diserap oleh kulit dan diduga mengganggu kerja hormon
Paraben
bukanlah nama satu zat kimia melainkan nama kelompok zat kimia yang
biasa digunakan sebagai pengawet. Beberapa turunan paraben sering sekali
ditemukan dalam produk kosmetik, misalnya
Methyl Paraben, Butyl Paraben atau Propyl Paraben.
Adapun
efek samping dari bahan pengawet ini yaitu menimbulkan alergi dan
bintik-bintik merah pada kulit. Bahkan bahan ini juga sudah dibuktikan
lewat penelitian dapat menyebabkan kanker payudara dan gangguan hormon
estrogen pada cewek.
6. Bahan-bahan yang berakhiran
‘nol’ berarti alkohol, fungsinya sebagai pelarut dan pengencer kosmetik.
Efek sampingnya bikin iritasi kulit dan penuaan dini
Bentuk alkohol yang biasa ditemukan dalam produk kosmetik adalah Cetyl Alcohol (emollient), Panthenol (emollient), Benzyl alcohol (emollient), dan Etanol.
Alkohol
biasa digunakan untuk mencampur atau mengencerkan senyawa kimia. Dalam
bahasa kimia, senyawa alkohol ditulis dengan akhiran ‘nol’. Jadi, jika
kamu menemukan suatu zat kimia berakhiran ‘nol’ sudah dapat dipastikan itu adalah alkohol.
Bentuk alkohol yang dilabeli emollient adalah bentuk alkohol yang ‘ramah’, dalam arti, nggak bertindak sebagai pengencer melainkan sebagai moisturizer atau pelembab. Sedangkan etanol, adalah jenis alkohol untuk mengencerkan, bagi beberapa orang ketika kulitnya terpapar etanol akan terasa panas. Ini salah satu masalah yang bisa ditimbulkan dari alkohol pengencer.
Nggak heran, zat-zat ini bisa juga jadi bahan bakar kendaraan ramah lingkungan. Ih, ngeri!
7.
Acid atau asam adalah zat yang paling sering ditemukan dalam kosmetik.
Fungsinya pun beragam; mulai dari eksfoliasi sampai pemutih kulit
Beberapa bentuk acid yang kerap ditemui antara lain
Stearic Acid, Sorbic Acid, dan Citric Acid. Kegunaannya mulai dari membersihkan dan menciptakan tekstur yang
greasy, bahan anti bakteri dan untuk mengontrol pH dalam produk yang berbentuk krim atau gel, pemutih, dan campuran bahan anti jerawat.
Terlalu sering terpapar
acid akan menyebabkan kulit iritasi dan efek terbakar.
8. Ternyata pemanfaatan silikon juga terdapat di kosmetik, biasanya digunakan sebagai bahan pencegah keriput
Zat silikon biasanya berakhiran -siloxane. Ada beberapa jenis silikon yang biasa kita temui dalam produk kosmetik. Contohnya Cyclopentasiloxane. Silikon bertindak sebagai pelindung kulit, conditioner,
pelembab, pengental, dan emulsifier. Sifat cairan unik dari silikon
memberikan kelembutan dalam berbagai bentuk seperti sutra yang terasa
pada kulit, melembabkan dan menjadi agen pengikat air.
Reaksi
yang timbul dari terlalu banyak menggunakan kosmetik berbahan silikon
berupa alergi, kulit yang memerah dan meradang, kanker, penyumbatan
pembuluh darah hingga berefek kematian.
9. Pilihlah kosmetik yang berbahan chamomile extract ketimbang yang mengandung zat kimia berbahaya
Ekstrak dari
botanical seperti
chamomile biasa digunakan untuk kosmetik.
Chamomile
digunakan karena memiliki sifat anti inflamasi atau anti radang yang
bisa menyembuhkan luka dan memiliki kadar anti oksidan yang cukup untuk
kulit.
10. Talc yang biasanya terkandung dalam bedak bayi, eyeshadow dan blush ternyata masuk ke dalam daftar yang perlu dihindari
Talc merupakan bahan kimia beracun yang digunakan dalam kosmetik seperti
eyeshadow,
blush,
deodoran, sabun, dan lain-lain yang berfungsi untuk menyerap
kelembaban. Zat ini ternyata bersifat sebagai karsinogen yang
menyebabkan kanker ovarium dan masalah pernapasan.
11. Merkuri merupakan logam berat yang berbahaya, penggunaannya sering disalahgunakan pada krim atau lotion pemutih
Zat
merkuri atau raksa banyak ditemukan dalam produk kecantikan yang
berfungsi untuk memutihkan kulit. Merkuri merupakan logam berat yang
berbahaya, yang dalam konsentrasi kecil pun dapat bersifat racun.
Sedangkan paparan jangka pendek dalam dosis tinggi menyebabkan diare,
muntah-muntah dan kerusakan ginjal. Merkuri juga merupakan zat
karsinogenik yang menyebabkan kanker.
Pemakaian
merkuri dapat menimbulkan berbagai hal mulai dari perubahan warna kulit
yang akhirnya dapat menyebabkan bintik-bintik hitam pada kulit,
alergi, iritasi kulit, kerusakan permanen pada susunan saraf otak,
ginjal dan gangguan perkembangan janin.
12. Pewarna sintetis pada kosmetik sering digunakan pada lipstik atau eyeshadow maupun blush, pada umumnya digunakan sebagai zat pewarna kertas, tekstil atau tinta
Bahan Pewarna Merah K.3 (CI 15585), Merah K.10 (Rhodamin B) dan Jingga K.1 (CI 12075) sering disalahgunakan pada produk lipstik, eyeshadow atau blush
karena warnanya yang cerah. Nggak hanya memicu iritasi pada kulit,
kandungan bahan pewarna ini menjadi penyebab beberapa jenis kanker.
Rodhamin B dalam konsentrasi tinggi dapat menyebabkan kerusakan hati.
Kalau kamu biasa beli lipstik dengan harga murah, sebaiknya hati-hati!
13. Parfum atau fragrance pada kosmetik memang bikin wangi, tapi efeknya juga nggak baik bagi tubuh
Fragrance,
parfum, atau pewangi dalam kosmetik biasanya berarti campuran kompleks
berbagai jenis bahan kimia. Ada 3.000 bahan kimia yang digunakan sebagai
pengharum dalam kosmetik sampai ke detergen dan pelembut pakaian.
Banyak yang menemukan bahwa pengharum ini dapat menimbulkan iritasi,
asma dan migrain.
Nah, zat-zat yang sudah dipaparkan
di atas hanyalah beberapa dari bahan kimia yang biasa digunakan dalam
kosmetik. Memang bahan-bahan tersebut punya fungsi khusus untuk
mempercantik wajahmu, namun mengguanakannya secara berlebihan juga
menimbulkan efek yang nggak baik buat kesehatan. Namanya juga zat kimia,
‘kan?